STQ HARUS MEMILIKI DAMPAK POSITIF KEDEPAN DALAM PEMBENTUKAN TIPIKAL GENERASI / MASYARAKAT MUSLIM YANG IDEAL

Sofifi, (MR) – Event Seleksi Tilawatil Qur’an ( STQ ) tingkat nasional yang diagendakan berlangsung pada 16 hingga 25 oktober di Sofifi ibukota Provinsi Maluku Utara turut memantik kontribusi positif dari ketua Badan Kontak Majelis Ta’lim Maluku Utara , Hj. Sida .S. Bachmid , M,Pd . Sida yang juga pada event STQ ini masuk sebagai pendamping pelatih untuk kontingen Maluku utara ( Malut ) berharap STQ ke 16 kali ini benar benar bisa sukses sesuai harapan bersama pemerintah dan seluruh masyarakat Malut .

” Pertama dengan ditetapkannya Malut sebagai tuan rumah penyelenggara STQ tingkat nasional maka dengan sendirinya ada kepercayaan pemerintah pusat yang diberikan kepada daerah kita . Sukses dari kegiatan ini pasti ada image positif dari pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah se Indonesia dan juga seluruh masyarakat tanah air . Kedua , event STQ ini harus memiliki side effect bukan untuk jangka panjang aja tapi selagi hayat masih dikandung badan , nilai nilai Qur’ani harus tetap mewujud dalam kehidupan generasi islam . STQ adalah salah satu bentuk upaya dari segitu banyaknya bentuk upaya lainnya yang perlu kita lakukan guna membumikan nilai nilai ketauhidan sebagaimana yang termaktub dalam Alqur’an itu sendiri . Olehnya itu STQ tidak harus dipandang sebagai serimonial tanpa makna , selesai hajatan nasional , selesai pula semuanya . Yang diharapkan adalah capaian capaian positif kedepan , dampak dari STQ ini membawa lompatan spritual dari tipikal masyarakat yang tidak concerren dengan pesan dan perintah agama menjadi masyarakat yang taat dengan perintah agama ” urai Hj Sida Bachmid .

Selain itu menurutnya prestasi yang diraih oleh putra putri terbaik Malut nantinya akan memberi pengaruh positif kepada yang lainnya . Ini dengan sendirinya akan memacu pula generasi lainnya yang belum berkesempatan . Jika ini bisa tercapai maka impactnya akan turut menimalisir kelompok generasi muda yang masif enggan mau berprestasi dan doyan dengan tindakan / sikap yang menyimpang dari norma agama dan hukum .

Sosok Hj Sida yang juga Psikiater Napi Narkoba di Lapas Jambula sekaligus Psikiater warga binaan di Lapas Perempuan dan Anak sekaligus warga Tresna Werda Himo Himo Ternate ini sangat menaruh perhatian pada peran institusi keluarga , pendedikan dan masyarakat / lingkungan untuk menjadi wadah penting . ” Perlu kolaborasi kerjasama yang sinerjik . Hubungan timbal balik saling membutuhkan antara keluarga , sekolah dan masyarakat bisa terwujud maka tipikal generasi ideal muslim (generasi yang memiliki knowledge , SDM yang handal plus memiliki komitmen , istiqamah dengan ajaran agamanya yang bersumber dari Alqur’an dan Assunnah Rasulullah itu bisa tercapai” jelasnya .

Lebih luas lagi menurut Sida masyarakat muslim ideal yang relevansinya dengan tuntunan Alqur”an adalah ciri khas masyarakat Muslim yang istiqamah membangun relasi Habblum minallah secara vertikal juga istiqamah membamgun relasi / hubungan Habblumminannas yakni antara sesama masyarakat tanpa memandang etnis , golongan dan agama .KOKO ATENG MRC

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.